Kuta Mandalika Mengharuskan ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun

Kuta Mandalika Mengharuskan ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun

Kuta Mandalika

Kuta mandalika saat ini memang sangat berbeda dari beberapa tahun sebelumnya. Dulu pantai kuta hanya sekedar pantai yang kumuh dan tidak mendapatkan perhatian pemerintah karena lokasinya yang terpencil. Namun setelah pemerintahan bapak Jokowi sebagai presiden Indonesia semuanya berubah.

Pantai Kuta Lombok adalah tempat wisata di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Pantai dengan pasir berwarna putih ini terletak sebuah desa bernama Desa Kuta. Desa Kuta mulai menjadi tempat tujuan wisata yang menarik di Indonesia sejak didirikannya banyak hotel-hotel baru.

Selain keindahan alam yang dapat dinikmati di kuta mandalika, satu kali dalam setahun diadakan upacara Sasak di desa ini yang dikenal sebagai upacara Bau Nyale. Dalam upacara ini para pelaut mencari cacing Nyale di laut. Menurut legenda, dahulunya ada seorang putri, bernama Putri Mandalika, yang sangat cantik, banyak pangeran dan pemuda yang ingin menikah dengannya.

Pantai ini juga dikenal sebagai pantai pasir merica hal ini dikarenakan pasir yang berbentuk seperti butiran merica dengan warna putih. Seperti yang diketahui oleh penduduk setempat, di bawah lapisan pasir warna putih ini, jika digali lebih dalam maka akan kelihatan juga pasir warna hijau.

ITDC Pinjam Rp 3,6 Triliun ke AIIB

Indonesia Tourism Development Corporation atau yang disebut dengan nama ITDC resmi meminjam anggaran ke Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Nilainya sebesar 200 juta dolar, atau setara dengan Rp 3,6 triliun, dari total investasi sebesar Rp 4,5 triliun.

Seluruh anggaran tersebut rencana akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas investasi. Proyek ini ditargetkan akan selesai 6 tahun kedepan. Dimulai tahun 2019, hingga 2024 mendatang. Tahap pertama, disiapkan anggaran sebesar Rp 336 miliar.

Adi mengatakan, kalau semuanya terwujud dan rampung total maka wajah KEK Mandalika diyakini akan menjadi salah satu ikon pariwisata terbaik di Indonesia. Kualitas infrastruktur jalan dan jembatannya saja tidak sembarangan. Dengan begitu, para investor tentu tidak perlu ragu lagi menanamkan investasinya.

“Total investor yang siap berinvestasi sebanyak 18. 10 investor diantaranya sudah LUDA. Sisanya, baru tandatangan kerja sama,” ujarnya.

Kontrak 30 Tahun Dengan Investor

Kalau sudah LUDA, tambah Adi mereka tinggal merealisasikan saja investasinya. Masa kontrak dengan para investor tersebut, 30 tahun. Lalu, bisa diperpanjang lagi selama 20 tahun, sehingga total 50 tahun. Itu pun, tergantung dari ITDC sebagai pemilik kawasan. Kalau usaha investor yang dimaksud tidak berkembang, maka mau tidak mau diserahkan ke investor lain.

Adi memperkirakan, nilai investasi dari para investor tersebut, diperkirakan mencapai Rp 20 triliun. Angka itu luar biasa besar, sehingga wajar target PAD bisa menembus Rp 1 triliun per tahun untuk Loteng. “Jadi, mari kita sama-sama mensukseskan pembangunan KEK Mandalika ini,” serunya.

Jika proyek ini sudah rampung pada tahun yang ditargetkan, ini menjadi peluang emas pagi travel. Saat ini saja meski Lombok sempat dikatakan lumpuh akibat dari bencana gempa beberapa bulan lalu, perusahaan sewa mobil lombok semakin bertambah.

Kami sebagai salah satu penyedia jasa sewa mobil di lombok juga turut gembira dengan lanjutnya proyek ITDC ini. Meski banyak penyedia jasa rental mobil lombok, kami selalu siap bersaing demi kemajuan pariwisata Lombok. Khusus kebutuhan sewa mobil untuk para wisatawan yang menginap di kawasan Mandalika kami juga akan membuka cabang disana.

Selain menyediakan jasa rental mobil lombok, kami juga menyediakan jasa sewa bus di lombok dengan berbagai ukuran. Sewa hiace di lombok merupakan pilihan yang pas untuk tamu grup wisata dengan kapasitas maksimal 16 penumpang. Jika Anda ingin menggunakan yang lebih luas, sewa elf di lombok bisa menjadi pilihan Anda karena isuzu elf memiliki kapasitas 18 seat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *